Yuk mengenal lebih dekat koperasi untuk mendukung perkembangan UMKM

by - August 16, 2020

 

Siapa yang tak kenal Koperasi? Mungkin para milenial sekarang banyak yang agak kurang paham tentang apa itu koperasi, klo saya sendiri sudah tau soal koperasi dari salah satu mata pelajaran Ekonomi pas di sekolah dulu. 
 
Selain teori yang saya dapat soal koperasi dari sekolah, hingga saat ini pun saya sudah merasakan sesungguhnya manfaat koperasi itu sendiri, dari mulai di sekolah dulu ada koperasi yang bentuknya seperti toko menurut saya... karena tahunya kalo koperasi itu tempat menjual barang-barang kebutuhan di sekolah seperti buku, alat tulis dan juga seragam. Sedangkan untuk saat ini saya sendiri sudah terlibat menjadi salah satu anggota koperasi di kantor, sudah makin tahu juga fungsi koperasi yang sesungguhnya selain untuk belanja, saya juga sudah merasakan manfaat koperasi sebagai sarana simpan pinjam dan juga merasakan manfaat sisa hasil usaha (SHU) dari koperasi.
 
 


DEFINISI KOPERASI

Memang koperasi itu menggunakan azas dari kita dan untuk kita lagi, karena visi dari koperasi itu sendiri adalah usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
Namun menurut Menteri Koperasi dan UMKM, Bapak Teten Masduki mengungkapkan bahwa koperasi untuk saat ini bisa dibilang belum berfungsi secara utuh sesuai prinsipnya. Bapak Teten mengungkapkan hal ini pada acara Webminar yang diselenggarakan oleh Indonesian Consortium For Coorporatives Innovation (ICCI) dengan tema Masihkah Koperasi Menjadi Andalan? pada hari Kamis (13/08/2020).
 

Pada acara ini selain Bapak Menteri Teten Masduki, hadir pula beberapa narasumber diantaranya Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi Rully Nuryanto, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Executive Committee ICCI Firdaus Putra, HC., Ketua KSP Sahabat Mitra Sejati Ceppy Y Mulyana, dan Direktur Operasional Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA)  Sugeng Priyono. 
 
MASIHKAH KOPERASI MENJADI ANDALAN?
 
Bapak Teten juga mengungkan masih kecilnya animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi tidak seperti diluar negeri. Sedangkan klo dilihat dari usaha yang dijalankan oleh unit koperasi saat ini masih lebih didominasi menjadi koperasi simpan pinjam, artinya koperasi belum bergerak di sector real. 
 

Pada acara ini juga dibahas masalah peran koperasi yang sesungguhnya memang banyak, bukan hanya sekedar KSP atau Koperasi Simpan Pinjam yang lebih popular di masyarakat. Koperasi juga harus bisa masuk ke sector ekonomi unggulan Indonesia, jadi koperasi juga bisa berfungsi menjadi lembaga untuk membantu UMKM.
 

Dalam membentuk pola koperasi menjadi pilihan rasional untuk orang berusaha, banyak hal yang mengarah untuk mengedukasi kepada masyarakat luas khususnya bagi para pelaku UMKM agar tertarik menjadi anggota koperasi. 
 
Pemerintah sendiri saat ini sedang berusaha menggalakkan edukasi tersebut kepada masyarakat luas, khususnya para generasi milenial yang merupakan kaum produktif dalam kegiatan perekonomian saat ini. 
 

Dimasa pandemic seperti sekarang ini, seharusnya koperasi bisa dijadikan suatu solusi untuk kegiatan perekonomian, Hal ini di ungkapkan oleh Bapak Rully dari Deputi Bidang Kelembagaan Kementrian Koperasi.
 
Paparan dari Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi Bapak Ahmad Zabadi..
 

Koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama bagi masyarakat nasional sebagai Lembaga ekonomi, namun demikian harusnya peran koperasi perlu terus dioptimalkan dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menjadi anggota koperasi dan dunia perkoperasian juga harus mengubah cara berbisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk. 
 
Executive Committee ICCI Firdaus Putra mengatakan, animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi tetap tinggi mengingat daya jelajah koperasi yang dapat menjangkau hingga masyarakat kelas menengah ke bawah. Sektor UMKM termasuk yang paling banyak mengakses layanan koperasi karena dapat mendukung usaha rintisan tersebut.
  

“Era digitalisasi membawa sejumlah peluang bagi koperasi untuk meningkatkan layanan yang menjangkau kebutuhan hulu dan hilir anggota sehingga nilai tambah yang dirasakan anggota akan lebih signifikan karena koperasi tumbuh sebagai entitas bisnis yang mengusung one stop solution bagi anggotanya,” ujar dia.
 
Dua contoh koperasi besar yang sudah melakukan transformasi layanan secara digital kepada anggota, yaitu KSP Sahabat Mitra Sejati dan Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA).
 
KSP SAHABAT MITRA SEJATI
 
Kalo dilihat apa yang dipaparkan oleh bapak Ceppy Y Mulyana selaku Ketua KSP Sahabat Mitra Sejati, KSP Sahabat Mitra Sejati ini sudah melakukan transformasi ke arah digitalisasi, dimana KSP ini sudah memiliki produk juga layanan dan simpanan berbasis digital. Salah satu nya simpanan online SOBATKU yang berbasis aplikasi pada smartphone, dengan mengubah no handphone menjadi no rekening sehingga memudahkan anggota koperasinya untuk bertransaksi, harapannya inovasi ini dapat membuat masyarakat makin tertarik menjadi anggota koperasi.
 

 
KSP Sahabat Mitra Sejati juga berkolaborasi dengan berbagai koperasi lainnya, perbankan dan juga pendamping usaha lainnya, tujuan dari kolaborasi ini untuk mendukung para pelaku UMKM untuk memperluas usaha nya.
 
Selain itu KSP SMS ini juga sudah menjalin hubungan dengan Bank Indonesia dan juga OJK untuk menumbuhkan keyakinan dari para anggotanya.
 
KOPERASI MITRA DHUAFA (KOMIDA)
 
Koperasi ini unik menurut saya, karena semua anggota nya adalah perempuan. Kenapa perempuan? Karena menurut Bapak Sugeng Priyono selaku Direktur Operasional KOMIDA bahwa perempuan itu adalah manager rumah tangga yang totalitas.
 

Koperasi yang baru bertranformasi di tahun 2009 ini dari sebelumnya adalah sebuah yayasan yang focus terhadap perempuan dan juga sebagai bentuk dari pemberdayaan perempuan. Saat ini anggota dari KOMIDA sendiri sudah 732.856 orang yang tersebar di 313 cabang di 146 kabupaten dan 13 propinsi.
 
Selain produk simpan pinjam untuk usaha, KOMIDA juga memiliki program pinjaman yang bisa menjadi solusi permasalahan yang ada di masyarakat.
 
Dari hasil webminar ini saya menyimpulkan bahwa memang koperasi banyak sekali manfaatnya dan masih menjadi salah satu sokong perekonomian khususnya para pelaku UKM. Dengan adanya dukungan dari koperasi kepada pelaku UMKM dapat membuat usahanya makin berkembang dan juga perekonomian bagi masyarakat luas bisa semakin membaik. 

Jika koperasi terus melakukan adapatasi dan bertransformasi mengarah digitalisasi mengikuti kemajuan teknologi saat ini sehingga bisa membuat inovasi yang bisa membuat koperasi tersebut fungsi nya semakin luas dan bisa mensejahterakan para anggota nya.

You May Also Like

0 komentar