Skip to main content

Melatih Motorik bersama Boromon bisa menjadi momen berharga untuk perkembangan aryo


Sudah lama saya tidak update soal aryo dan baru saja kemarin saya konsul ke dokter untuk melakukan vaksin yang kelewatan, yup jujur ada empat vaksin yang terlewat.. karena beberapa bulan belakangan memang terlalu banyak kesibukan plus giliran sudah ingat vaksin malah kondisi anaknya lagi ngga fit, sampai akhirnya kemarin berhasil mengejar satu vaksin.



Punya anak yang masih berumur antara 1-3 tahun itu wajib banget kita pantau pertumbuhan serta perkembangannya, adapun yang harus diperhatikan yaitu : 

1. Pertumbuhan Fisik
Ini termasuk perkembangan dan pertumbuhan secara fisiknya dari si anak, mulai masalah tumbuh gigi, kenaikan berat badan dan juga tinggi badan.

2. Perkembangan sensorik dan kognitif
Ini merupakan kemampuan anak untuk mengerti sesuatu dan juga memahami sesuatu, dalam masa perkembangan ini anak cenderung seperti pengamat dan menggunakan sebagian memori nya untuk mengingat.

3. Perkembangan Emosi dan sosial
Untuk ini dari yang saya baca di usia yang seumuran aryo, cenderung mulai menunjukkan kemandirian dan suka meniru orang lain.

4. Perkembangan Keterampilan Motorik
Perkembangan motorik ada dua yaitu motorik kasar yang cenderung menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar anggota tubuh, sedangkan motorik halus menggunakan otot-otot kecil  ditambahkan dengan kordinasi gerak dan konsentrasi.


Aryo dan perkembangan motoriknya

Pada anak laki-laki cenderung lebih berkembang motorik kasarnya dibandingkan anak perempuan yang memang cenderung lebih berkembang motorik halusnya. 

Untuk aryo sendiri, alhamdulillah pada masa 0-24 bulan, perkembangan motorik nya baik, walau dia agak sedikit lebih lamban ketika belajar berjalan, aryo baru bisa jalan sendiri di usia 15 bulan.

Namun setelah dia bisa berjalan sendiri, secara alami perkembangan motorik nya terus bertambah hingga saat ini. 

Diusia dua tahun lebih dua bulan ini, saya masih selalu memberikan stimulasi untuk perkembangan motorik kasar maupun halusnya.

Saya pernah baca disini bahwa ada 6 tanda anak usia 2 tahun memiliki perkembangan yang baik untuk motoriknya, diantaranya

  1. Jongkok 
  2. Melempar 
  3. Menari 
  4. Berjalan mundur 
  5. Menaiki tangga 
  6. Melompat
  7.  
klo dari hasil pantauan saya, aryo sudah bisa melakukan ke enam perkembangan itu semuanya. Yang lagi paling suka dia lakukan dan baru bisa sempurna beberapa minggu belakangan ini adalah melompat.. dia bangga sekali sudah bisa melompat dengan tinggi dan selalu melakukannya bersama kakak tiara.

Moment Berharga untuk Menstimulasi Motorik Aryo

Hampir setiap malam dia selalu ngajak kakaknya untuk main lompat-lompatan di kasur maupun melompat dari kasur ke lantai.. yang kadang membuat saya ketar ketir.. bukan apa-apa saya takut dia cedera.. tapi mau gimana klo dilarang nanti malah ngga berkembang kemampuannya.. serba salah banget ya buibu.

selain itu aryo juga sangat suka bermain keluar rumah, walau hanya di sekitaran teras rumah tapi buat dia bermain outdoor itu sangat menyenangkan. Dari mulai bermain bola, kejar-kejaran, main lempar lempar batu kerikil. cabutin rumput dan masih banyak kegiatan lainnya.



saat ini aryo juga baru bisa bermain sepeda roda tiga, setelah sebelum nya dia bisa bermain skuter dan juga mainan sejenis mobil-mobilan yang bisa dia mainkan baik indoor maupun outdoor.






Aryo yang sedari kecil sudah tertarik banget dengan bola, juga paling happy bermain bola baik nendang maupun lempar. Saya juga senang membawa anak-anak pada waktu weekend ke UI, disana anak-anak saya biarkan berlari-lari dilapangan rumput atau sekedar bermain bola.







itu semua saya yang saya lakukan untuk memberikan stimulasi motorik kasar nya aryo.

lalu bagaimana dengan motorik halus nya?

untuk ini saya sudah mulai membiar kan aryo makan sendiri ketika dia sedang menikmati makan besar ataupun cemilannya, namun seringnya sih cemilan ya.. seperti biskuit, coklat dsb. 
Klo kotor sih pasti ya.. tapi demi kebaikan si anak, kotor itu wajar dan masih bisa dibersihkan menurut saya, di bandingkan jika anak terhambat perkembangannya hanya karena kita sebagai orang tua takut rumah berantakan dan kotor... semua itu ngga sebanding buibu..

jadi banyakin ya stock kesabaran dan keikhlasannya agar bisa membuat anak tumbuh berkembang secara pesat.

Saat ini untuk stimulasi yang bisa dilakukan didalam rumah untuk melatih motorik halusnya adalah bermain lego, puzzle dan menggambar..semua aktifitas ini sangat di sukai aryo.




Dengan bermain lego dan puzzle, dia bisa belajar untuk mengkordinasikan antara mata dan tangan, membuat dia berimajinasi agar lebih kreatif, sama hal nya dengan menggambar yang mana lebih sering jadi corat coret..hihihiiihi.. biasanya saya menyediakan alat gambar dan juga kertasnya, tapi lagi-lagi sering kecolongan dia menggambar tidak pada tempatnya :D

selain itu juga, aryo sering nonton lagu anak-anak di youtube bersama kakaknya dan dia mulai meniru gerakkannya seperti ikutan menari.. lucu banget klo dia mulai menonton sambil menirukan gerakannya...seperti ketika nonton lagu baby shark..hehehehee..

saya juga suka mengajak aryo membaca buku bersama dengan mengenalkan gambar, warna, bentuk, dan banyak hal lainnya. Kegiatan membaca buku juga bisa memberikan rangsangan pada motorik halusnya, biasanya saya akan meminta dia untuk menunjukkan apa yang saya minta.. ini melatih konsentrasi dan juga daya ingatnya.

Buat saya semua momen itu berharga untuk meningkatkan perkembangan otak dan motoriknya, selain itu juga membuat bonding saya sebagai orang tua semakin dekat dengan anak.

Boromon untuk Snack Sehat yang mendukung Stimulasi Motoriknya Aryo

Selain memperhatikan stimulasi, saya juga memperhatikan asupan nutrisinya, untuk aryo yang sedang banyak aktifitas dan aktif bergerak, biasanya saya juga menyiapkan snack disela waktu makannya, tujuannya biar mencukupi kebutuhan gizinya dan juga memberikan tambahan tenaga buat dia.. maklum bocah aktif butuh tenaga banyak juga






snack yang saya sediakan yaitu Bormon biscuit dari monde, dengan bentuknya yang kecil-kecil bulat. kukis ini mudah meleleh saat kena air liur sehingga bisa juga melatih motorik yang ada di lidah dan mulut si kecil, jadi si kecil bisa mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan.






oia dengan kukis ini juga bisa melatih motorik halus tangannya, kadang saya mengajak aryo memindahkan kukis ini dari wadah satu ke wadah lainnya dengan sendok ataupun sumpit.

dari segi nutrisi kukis ini terbuat dari sari pati kentang dan madu yang dilengkapi dengan minyak ikan (DHA) yang bisa baik untuk pertumbuhan anak, selain itu kukis ini juga gluten free jadi bebas dimakan oleh anak yang intoleransi dengan gluten.

Satu lagi yang saya suka dari Boromon kukis ini yaitu segi kemasannya, selain gambarnya yang menarik, di dalam kardusnya kukis ini dikemas lagi dalam plastik yang sudah terbagi porsinya dan sesuai dengan porsi anak saya, jadi jika untuk dibawa pergi sangat ringkas dan higenis.


Kekurangannya kita harus hati-hati bawa kukis ini, karena tekstur nya yang lembut, kalo ketekan sedikit, kukis ini juga gampang hancur jadi sebaiknya taruh lg dalam wadah yang agak hardcase untuk melindungi nya.

Soal rasa kukis ini tidak usah diragukan lagi, anak saya dan saya pun suka dengan rasanya.. enaakkk ngga terlalu manis menurut saya.. semuanya serba pas!

Pentingnya memberikan Stimulasi Motorik

Dimasa golden emas anak sangat penting untuk kita selalu memberikan stimulasi agar kecerdasan anak menjadi optimal, tapi harus diingat ya buibu.. stimulasi bukan berarti memaksakan.

Berikan stimulasi yang tepat sesuai umurnya dan jangan terburu-buru untuk memperoleh hasil yang memuaskan.. butuh kesabaran hingga anak berhasil dan jangan lupa untuk selalu berikan apresiasi ketika dia berhasil melakukannya untuk membangun rasa percaya diri si anak.

Klo perkembangan motoriknya baik, anak juga akan bisa leluasa untuk mengeksplorasi diri dan lingkungannya

Dengan stimulasi dan nutrisi yang tepat, insya Allah perkembangan kecerdasan otak anak pun akan optimal.

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW - Breastpump SPECTRA Q

REVIEW United Trifold