Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak di Usia emas ( 0 - 2 Tahun)


Bulan Agustus, bulannya ASI.. di awal minggu bulan ini biasa di peringati sebagai Pekan Asi Sedunia. 

Saya sebagai ibu beranak tiga mau cerita tentang pengalaman soal Asi mengasihi dan juga soal MPASI.

Menurut Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), dokter spesialis anak sub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik.

kualitas kesehatan manusia jangka pendek dan jangka panjang akan ditentukan oleh asupan nutrisi selama periode emas, 270 hari pralahir yaitu masa janin dan 720 hari pasca lahir (masa bayi hingga usia dua tahun).Masa krusial ini jangan sampai terabaikan oleh para orang tua untuk memberikan nutrisi yang benar sesuai kebutuhan anak.


Jadi buat para wanita yang lagi hamil, asupan nutrisi nya jangan lupa untuk diperhatikan, dari yang pernah saya baca juga di masa awal kehamilan trimester pertama itulah awal pembentukan otak hingga 10 minggu usia kehamilan dan otak akan berkembang terus hingga bayi berusia dua tahun.
Selama masa janin, kebutuhan nutrisi didapat dari ibu nya dan ketika setelah lahir di usia 6 bulan pertama pun kebutuhan gizi anak tergantung sama Ibunya lewat ASI. 


Dulu waktu anak pertama, pengetahuan saya tentang ASI masih rendah banget, bahkan nyaris ngga ngerti sampai ketika akhir kehamilan saya baru tahu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif ke bayi. 

Karena saya bekerja, awalnya saya akan menggunakan susu formula untuk bayi saya ketika akan ditinggal kerja, tapi bersyukur saya dapat info dari hasil browsing internet mengenai penting nya ASI Eksklusif dan juga pemberian ASIP selama bayi ditinggal bekerja, akhirnya anak pertama saya tetap bisa merasakan ASI eksklusif selama 6 bulan walau dengan perjuangan yang ngga gampang.

Beda anak pasti beda pula pengalaman, ya iyalah wong jamannya juga beda, dulu anak pertama ilmu nya masih cetek banget sehingga ngga punya stock ASIP, alhasil seringnya memerah hari ini untuk diminum besoknya, sampai akhirnya kejar tayang banget udah kaya sinetron stripping.

Tapi klo ngga gitu ya ngga belajar, akhirnya anak kedua dan ketiga saya mulai memompa asi untuk bikin stock dari semenjak bayinya lahir, sehingga pas mau ditinggal kerja saya sudah punya stock yang lumayan. 

Selain soal Stock banyak lagi yang harus diperhatikan ketika memberikan ASI eksklusif, khususnya buat working mom.

Breastpump

Ini bagian paling Penting! 

Harus di perhatiin kenyamanan nya bangeeeett lalu baru deh sesuai kan sama kebutuhan, saya sempat trial and error beberapa merk breastpump, Tapi buat saya opini jujur ya.. Philips Avent natural Juaranya, padahal saya nyoba cuma sekali aja pas di rumah sakit waktu aryo opname, tapi langsung jatuh hati.

Hisapan yang kencang namun tetep lembut sehingga tidak bikin sakit, udah gitu kita sebagai busui bisa duduk dengan nyaman ngga harus bungkuk badan ke depan gituh.. yang paling saya rasain itu cepat memerahnya dan kenyamanannya.
Breastpump yang baru pertama kali nyoba langsung bikin jatuh hati

Waktu di RS saya nyobain yang single elektrik, tapi menurut review dan para busui lainnya sih yang manual lebih enak lagi katanya.

Media pemberian ASIP

cara pemberian ASIP juga ngga kalah penting, klo salah bisa bikin bayi bingung putting trus nanti berefek pada kelancaran menyusui.

Banyak media yang bisa dipakai, dari mulai sendok, cup feeder dan juga botol. Saya memilih botol supaya ngga bikin ribet pengasuhnya.

Tapi pakai botol juga ngga muda, dari mulai belajar dulu supaya bayinya terbiasa, sampai pencarian botol yang cocok, tapi jangan sampai bingung putting.

Untuk botol saya sudah percaya dengan Philips Avent Natural, saya sudah membuat reviewnya di sini dan bahkan teknologi yangterbarunya yang versi natural 2.0 lebih bagus lagi dengan kesempurnaan nipple yang makin mirip puting Ibu, di jamin bebas bingung putting.

Support dari lingkungan

Ingin sukses ASI Eksklusif ? pastikan support dari lingkungan baik, karena klo ngga di jamin kita ngga akan sukses.

Ibu menyusui identic sama kebahagiaan, klo kurang bahagia dijamin susu kurang produksinya, jadi klo support nya ngga membuat ibu menyusui bahagia.. wasalam deh ya.
Suasana pumping dengan geng menyusui saya, yang ini lagi pada sibuk mantengin online shop :D

Saya beruntung, di rumah suami mendukung dan orang orang sekitar juga mendukung. Lalu di Kantor, lebih bersyukur lagi karena ketika anak kedua dan ketiga dengan punya geng pumping yang membuat sesi pumping lebih meriah, trus juga di dukung ruangan untuk pumping yang lumayan.. walau tidak sebagus ruangan laktasi kantor lain, tapi yang jelas tidak lagi memerah di toilet seperti waktu anak pertama

Percaya Diri dan Niat

Mitos banget klo bentuk payudaraibu memperngaruhi kuantitas maupun kualitas ASI, saya sendiri mengalaminya. Untuk ukuran payudara saya minimaliiiiiiis banget bahkan mama saya sendiri pun sanksi, tapi nyata nya saya bisa memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan untuk ketiga anak saya dan saya pun sebagai ibu bekerja. Jadi buat yang punya PD ukurannya kecil, tidak usah minder atau berkecil hati… tetap semangat dan Yakin bisa.. insya Allah akan bisa!

Klo Ibu percaya diri dan niat keras untuk menyusui, pasti sesulit apapun jalannya akan di tempuh dan itu akan membuat menyusui berhasil

Media Penyimpanan ASIP

ASIP identic dengan freezer, kenapa? Karena untuk menjaga kualitas nya ASI yang sudah diperah harus di simpan dalam suhu dingin. 

Ribet dong? NGGA BANGET !  sekarang banyak di jual cooler bag yang bisa awet dinginnya sampe 12 jam lebih. 

Lalu soal penyimpanan stock di rumah bikin kulkas penuh pastinya, tapi saat ini banyak kok jasa sewa freezer, untuk aryo saya ikutan sewa freezer karena memang untuk stocknya aryo agak lebih banyak, jadi ngga terlalu drama lah menjelang 6 bulannya.

Setelah berhasil ASI eksklusif, perjuangan belum berhenti, ini masa yang bikin saya rada deg degan..

MASA MPASI
Menurut Dokter Damayanti,


Asupan terbaik bagi bayi di usia 0 hingga 6 bulan adalah ASI, namun menginjak umur enam bulan ke atas bayi juga memerlukan MP-ASI (makanan pendamping ASI) untuk melengkapi kebutuhan zat-zat nutrisi lainnya.”

Mpasi bikin saya takut, takut ngga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak saya, takut anaknya GTM, takut gagap dapurnya dan berbagai ketakutan lainnya.

Tapi mau tidak mau harus tetap dilewati, dan alhamdulillah saat ini aryo sudah menjalani kurang lebih 4 bulan masa MPASI nya. Saya masih terus belajar soal pemberian mpasi ini, dari soal menu, tekstur dan juga cara pengolahan.

Buat saya MPASI yang wajib dipersiapkan pertama kali adalah soal peralatan pastinya :D

Hihihhi sebagai emak emak rempong, pastinya sebulan sebelum mulai mpasi adalah waktunya hunting perlengkapannya dan anak ketiga pun tetep dong perlengkapan nya harus baru juga.. *pembenaran untuk belanja
  

Menurut saya perlengkapan yang kudu di beli saat mpasi itu..


  • Perlengkapan makan, biasanya yang satu set gituh, untuk harga relative dan tergantung kemampuan.
  • Perlengkapan dapur seperti talenan, pisau, saringan, panci dan masih banyak perintilan lainnya.
  • Alat penghancur makanan nya contoh food processor, blender, food maker yang manual dsb. untuk ini ngga harus baru ya, saya sih ada beberapa yang turunan dari kakaknya.
  • Alat untuk membuat bubur yang menurut saya wajib punya klo buat ibu bekerja, yaitu slow cooker.
Setelah soal peralatan ada yang penting banget soal MPASI, yaitu NUTRISI nya.


Lebih lanjut dr. Damayanti menjelaskan, 

“Kebutuhan harian zat besi untuk bayi berusia 6-12 bulan adalah 11 mg dan itu tidak cukup didapatkan melalui ASI. Oleh sebab itu kebutuhan zat besi harus dipenuhi oleh MP-ASI dari berbagai bahan makanan



Jadi jangan heran jika sekarang ini banyak bayi maupun anak-anak yang kekurangan zat besi, efek dari kekurangan zat besi ini adalah produksi sel darahnya berkurang sehingga akan mempengaruhi perkembangan otak dan jaringan ototnya, klo sudah begini jadi ngga maksimal perkembangannya.

Trus gimana cara untuk memenuhi zat besi ini? Yaitu dengan menambahkan nutrisi tersebut lewat bahan makanannya seperti ati ayam, ikan, kuning telur, daging merah dan masih banyak lainnya.

Ada pun prinsip pemberian mpasi menurut pemaparan dari dr. Damayanti kemarin selagi acara talkshow adalah:


Kenali makanan keluarga yang biasa dimakan.
Bayi sesungguhnya sudah terbiasa dengan makanan yang dimakan ibunya sewaktu mereka dalam kandungan melalui air ketuban, jadi tidak usah ragu memberikan makanan yang sama dengan makanan keluarga, namun perlu diperhatikan untuk kesesuaian tekstur nya dengan kemampuan oromotor bayi.

Berikan Makanan bernutrisi yang kurang bisa di penuhi oleh ASI
Berikan makanan yang kaya akan nutrisi, sebisa mungkin yang banyak mengandung Zat besi sehingga dapat mencukupi kebutuhannya.
Sayur, Buah dan Kacang-kacangan berikan dalam porsi yang sedikit
Mengapa begitu? Karena pada sayur, buah dan kacang kandungan zat besinya sedikit, namun memiliki kandungan serat yang dapat menghambat penyerapan zat  gizi pada pencernaan sehingga akan lebih banyak di keluarkan melalui feses, jadinya sama aja tidak ada hasilnya.
Solusinya ya berikan itu semua dalam porsi kecil, dan di seimbangkan dengan pemberian nasi dan lauk lain yang kaya zat besi.

Berikan bahan pangan Lokal
Ketika memaparkan ini, saya terkaget-kaget.. karena apa yang di paparkan lumayan mematahkan apa yang selama ini saya ikuti mengenai pemberian mpasi.

Klo saya dari anak pertama sampai ketiga, jujur saja mengikuti ibu-ibu lainnya yaitu memberikan bahan pangan seperti salmon, brokoli, kiwi, keju yang dianggap ke barat-baratan. Dengan anggapan kandungan gizinya bagus supaya bayi lebih cerdas dan sehat.

Tapiiiiiii…….

Tahukah ibu-ibu bahwa ternyata ikan kembung dan ikan tenggiri lebih banyak kandungan omega 3 dan 6 nya di banding ikan salmon. Lalu jambu batu lebih baik daripada kiwi yang harus impor, trus tempe ternyata banyak mengandung vitamin B12 sebagai penambah sel darah merah.

Satu lagi yang bikin saya berasa tertampar.. masalah pemberian keju pada bubur bayi, niatnya untuk memberikan rasa gurih sebagai pengganti garam, tapi ternyata keju mengandung natrium tinggi dan pemberian garam dibolehkan kok, asal jangan berlebihan.

Jadi jangan ragu untuk mengenali dan memberikan bahan pangan local untuk bayi kita ya buibu semua.


Pemberian Lemak tambahan melalui santan dan minyak
dr. Damayanti juga mengatakan bahwa pemberian santan, minyak dan cabe BOLEH untuk bayi, asalkan dalam batas jumlah yang sedikit. Santan dan minyak bisa menjadi sumber lemak tambahan yang baik untuk bayi.
Asal jangan ibu menggoreng makanan mpasi memakai minyak bekas pakai ya, sebaiknya selalu gunakan minyak baru.

Pada acara ini juga, saya belajar cara menyiapkan mpasi yang praktis menggunakan alat Philips Avent 4 in 1 healthy baby foodmaker.

Hasil masakan demo pembuatan MPASI nya

Menurut saya alat ini ringkas banget dan cocok banget untuk para ibu bekerja yang ngga punya waktu banyak buat menyiapkan makanan untuk bayi nya.

Ini wishlist saya sebenernya dan saya baru tahu pas aryo sudah masuk masa mpasi dan saya udah beli beberapa alat-alat lainnya.

Menurut saya ini kelebihan dari Philips Avent 4in1 healthy baby food maker 


  • Praktis banget! satu alat bisa melakukan Fungsi kukus, blender, defrost (mencairkan) & reheat (menghangatkan).
  • Hemat waktu dan tenaga,  karena semua dilakukan dalam satu alat, jadi ngga banyak cucian piring bekas masaknya.
  • Nutrisi juga terlalu kebuang, karena teknologi unik yang mensirkulasi uap dari bawah ke atas, masakan matang sempurna dan cairan hasil mengukus disimpan dalam satu wadah untuk di blender  bareng.
  • Tabung besar dan beberapa macam tingkat penghalusnya, memudahkan pembuatan Mpasi dengan berbagai macam bahan dan tekstur.

Klo untuk kekurangannya sendiri saya baru menemukan satu ajah yaitu harganya yang lumayan hehehhee..

Dibilang mahal banget ya ngga sih, apalagi klo bisa dipakai turun temurun buat anak selanjutnya, jadi malah ngga mahal, tapi sayangnya saya baru tahu pas anak ketiga.. alias telat bangeet..huhuhuhuhu..

Apalagi saat ini di situs online JD.id sedang berlangsung promo diskon untuk semua perlengkapan bayi dari Philips avent, jadi makin pengen deh!

klo mau info lebih lengkap soal perlengkapan dari Philips Avent yang bagus kualitas nya dan memudahkan para Ibu,  bisa cek ke FB nya di Philips Home Living Indonesia


Sesuai dengan ucapan Bapak Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia. 

 " kami berharap dapat memberikan kemudahan kepada para orangtua,terutama ibu, khususnya ibu bekerja yang jumlahnya terus meningkat untuk dapat memberikan ASI dan nutrisi terbaik,”'

Jadi buat para working mom seperti saya, tidak usah khawatir lagi untuk masalah pemberian nutrisi terbaik untuk anak-anak kita.

Semoga sharing dan cerita saya bermanfaat..

8 comments:

  1. nik lengkaap banget tulisannya...

    kereeenn....

    ReplyDelete
    Replies
    1. aahh mimi.. kmu juga bagus kok tulisannya

      Delete
  2. Jadiii jangan lupa ngadoin aku ntar yaa.. udah tau dong dong niiik hahahah XD #inimodus #ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. noted mih!.. nanti aku bilangin ke yang lainnya ya :)

      Delete
  3. aku dulu pake seri lamanya phillips avent ini n praktis banget. cocok u emak2 malas rempong kayak diriku wkakaka .

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener maklia.. emang praktis bangeett.. akupun jadi pengen pas lihat demo nya

      Delete
  4. Praktis banget ya alatnya. Aku juga selama masa mpasi ini ribet bnget sama printilan yang harus dibersihkan setelah selesai proses memasaknya

    ReplyDelete
  5. iyaaahh.. ga perlu rempong nyuci perabotan yg banyak mba..

    ReplyDelete