Penting nya momen makan pertama

Akhirnya masa mpasi untuk aryo pun sudah datang, dan itu merupakan salah satu fase baru yang harus di lewati untuk mendukung tumbuh kembangnya nanti. Momen makan pertama merupakan hal terpenting, jika disepelekan akan berakibat buruk pada pertumbuhan anak di masa yang akan datang. Karena tujuan pemberian mpasi pada masa jangka pendek agar kebutuhan gizi anak terpenuhi, sedangkan untuk jangka panjangnya supaya menjaga tumbuh kembang anak baik sesuai usianya.

Memang kandungan asi sudah mencukupi nutrisi bayi sejak lahir, akan tetapi di usia 6 bulan bayi memerlukan nutrisi dan energy tambahan sehingga ASI saja tidak cukup, perlu di berikan makanan pendamping ASI yang kaya akan nutrisi dan disesuaikan dengan kebutuhan bayi, yang di dalam nya mengandug zat mikro seperti zat besi, zync, magnesium, kalsium dan natrium.

Pentingnya asupan gizi pada anak di usia 1000 hari pertama akan mendukung  pertumbuhan si kecil dan menghindari si kecil dari masalah kekurangan gizi. Trus siapa yang harus memperhatikan asupan gizi si kecil? Yang pasti kita sebagai orang tuanya pasti akan memperhatikan hal tersebut, apapun pasti akan dilakukan demi melihat tumbuh kembang si kecil sempurna, walau pastinya akan sedikit merepotkan.


Sebagai ibu, saya agak nervous menghadapi masa mpasi ini, saya takut pengalaman momen makan pertamanya tidak menyenangkan, padahal justru itu nanti nya akan berdampak jangka panjang jika aryo mengalami trauma pada saat momen makan pertamanya. Sehingga dia tidak akan mau makan dan bisa juga akan berujung pada GTM (Gerakan Tutup Mulut)…ih amit amit jangan sampe deh.. semoga aryo pinter dan lahap makannya.

Trus bagaimana biar kegiatan momen makan pertama ini menyenangkan?

Dari yang saya baca dan simpulkan adalah..

  • Buatlah suasana yang menyenangkan ketika makan.
  • Atur mood ibu pada posisi yang bagus untuk menyuapi anak.
  • Perhatikan jadwal pemberian makanan, jangan setelah menyusu karena bayi masih dalam keadaan kenyang.
  •  Beri kesempatan bayi untuk mencicipi dulu makanan dari ujung sendoknya dan lihat reaksinya.
  • Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya.
  • Biarkan bayi ikut terlibat pada kegiatan makan, misalnya bayi akan berusaha memegang sendoknya sendiri, mengambil makanannya sendiri dsb. Ini dapat melatih bayi untuk bisa makan sendiri nantinya.
Selain cara pemberian, kita juga perlu memperhatikan tekstur makanan juga, dimulai dari yang agak cair dan menyerupai asi biar bayi ngga kaget dan bisa beradaptasi, lalu nanti mulai naikan tekstur agak kental lalu padat hingga nanti bayi bisa makan table food seperti anggota keluarga lainnya.

Klo saya biasa mengawali makan dengan jenis puree atau bubur susu, dengan frekuensi awal 1 sampai 2 kali dan terus ditingkatkan, lalu juga saya memperhatikan reaksi anak terhadap makanannya, apalagi untuk aryo yang sedikit sensitive dan ada bakat alergi, harus di tes dulu jenis makanan yang masuk dan reaksinya.

Jujur sebagai ibu bekerja, saya tidak bisa sesempurna ibu ibu lainnya dalam mempersiapkan mpasi yang fresh buat anak, apalagi untuk anak ketiga ini..waktu tidak semuanya tercurah untuk persiapan dia, klo pagi saya juga harus menyiapkan juga bekal buat kakak-kakaknya.

Jadi saya sedikit merasa terbantu dengan adanya mpasi instan fortifikasi, apa itu fortifikasi? ini merupakan metode untuk meningkatkan gizi dengan menambahkan zat gizi micro pada bahan makanan mpasi.

Awalnya saya ragu dengan mpasi instan fortifikasi ini tapi setelah saya baca beberapa artikel, saya berkesimpulan bahwa tidak selamanya mpasi instan itu buruk dan ternyata jika di kombinasi sama yang fresh bisa memberikan nilai gizi yang cukup. Tapi itu menurut pendapat dan kesimpulan saya loh dari hasil googling.

Yang penting nilai gizi nya harus memenuhi nilai AKG si kecil, dan itu semua jangan di sepelekan karena memang dalam masa pertumbuhannya anak memerlukan gizi yang cukup dari berbagai sumber. Tidak selamanya juga yang alami baik, karena melalui proses pengolahan yang salah terkadang nilai gizi akan berkurang atau bahkan hilang.

Lalu dalam hal memilih mpasi instan juga baiknya di perhatikan dengan baik nilai gizinya, dan terbuat dari bahan makanan apa dan bagaimana prosesnya pengolahannya.

Saya memilih milna karena merupakan brand terbaik di bawah naungan PT. Kalbe Nutritionals dan terbukti sudah 30 tahun menjadi pilihan terbaik para ibu. Selain itu juga milna dapat memenuhi kebutuhan nutirisi si kecil dan pastinya harus bebas dari bahan pengawet.



Dalam hal momen makan pertama aryo ini, saya memilih Produk Milna Bubur Bayi Organik, kenapa harus yang organic? Karena saya merasa bahan makanan organic  aman dan bagus untuk si kecil.
Makanan organik adalah makanan yang dikembangkan dan diproduksi secara alami, lebih segar dan bertahan lama, tidak mengandung antibiotik, tidak direkayasa genetik. Pupuk atau pestisida sering mengandung logam berat, oleh karena itu dengan mengonsumsi makanan organik maka anak lebih terhindar dari konsumsi cemaran logam berat sehingga menurunkan risiko terkena penyakit autism maupun ADHD. Disamping itu, konsumsi makanan tanpa terpapar pestisida maupun rekayasa genetika juga menurunkan risiko terkena penyakit kanker,” seperti yang dikemukakan oleh Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik.




Seluruh rangkaian Bubur Bayi Organic Milna, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi usia 6-12 bulan pada saat weaning food, karena kandungannya diperkaya dengan:


  • Tinggi Protein: 6 gr/serving
  • Tinggi Serat: 3 gr/serving
  • Omega 3 dan Omega 6: 300 mg dan 60 mg
  • Zat Besi Tinggi: 40% AKG/serving
  • Tinggi Seng: 25% AKG/ Serving

Jika sebelum nya hanya dua varian rasa pada bubur bayi organic milna yaitu beras merah dan kacang hijau, tapi dalam rangka ulang tahun nya yang ketiga puluh, milna mengeluarkan varian rasa baru yaitu rasa pisang.



Selain merupakan sumber nutrisi dan energi yang baik, pisang juga kaya akan vitamin dan mineral,” ungkap Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna.
Pisang sebagai MPASI yang kaya manfaat karena pisang memiliki kandungan kalium, serat, kalsium, magnesium, fosfor,selenium, dan zat besi. Lalu kaya akan vitamin A, B2, B6, C, E, B3, B9, dan B5 yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Selain itu pisang juga buah yang direkomendasikan oleh dokter anak untuk anak yang sedang dalam masa penyembuhan pasca diare, dalam buah pisang mengandung karbohidrat berupa: sukrosa, fruktosa, dan glukosa merupakan karbohidrat sederhana yang cepat diubah menjadi energi. Jadi cocok banget untuk bayi yang membutuhkan energi banyak untuk pertumbuhannya.

Untuk mpasi awal aryo kali ini, saya mencoba terlebih dahulu Milna bubur bayi organic varian kacang hijau dan ternyata aryo suka.. semoga ini menjadi pengalaman menyenangkan buat aryo di proses fase mpasinya dan saya pastinya akan mencoba memberikan varian rasa lainnya.




Selain itu saya juga sedang berusaha untuk lebih kreatif lagi dalam menyajikan menu makanan untuk aryo, salah satunya dengan mengkombinasi Milna bubur bayi organic ini dengan sayuran, buah atau lauk pauk yang ada di rumah. Seperti kemarin saya mencoba mencampur milna beras merah dengan wortel dan salmon kukus.

Tujuannya agar aryo bisa banyak mengenal variasi rasa sehingga akan menjadi pengalaman yang menyenangkan buat aryo. Jika momen makan pertama tidak ada trauma dan malah menyenangkan, insya Allah ke depannya akan lancar juga proses makannya.

buat para ibu yang mau lihat kumpulan resep kreatif Milna bubur bayi organik bisa di lihat di instagram @MilnaID, atau bisa juga buka website nya di www.bayimilna.co.id, Facebook MilnaID, twitter @bundamilna. Selain resep, disitu juga banyak informasi lainnya yang penting untuk di ketahui para ibu.

*tulisan ini di ikutsertakan dalam blog competition yang di adakan oleh milna.

2 komentar:

  1. Anak ke-3 QC nya lebih turun dari no. 1 & 2 ya nik hihihihi yang penting kasih sayangnya ngga berkurang, kan apapun makanannya yg penting anaknya doyan :D

    BalasHapus
  2. Aku juga percayakan sm milna bubur pisang kalo pas gak sempet beli pisang, karena Milna organik kan

    BalasHapus