Seminar " Komunikasi Pengasuhan Anak"

Seperti ungkapan yang sering aku denger kalo " untuk jadi orang tua yang baik tidak ada sekolahnya namun kita harus terus cari informasi dan belajar untuk menjadi orang tua yang baik.”

Karena aku kan juga berusaha mau jadi orang tua yang baik buat anak-anakku nantinya makanya aku selalu cari informasi dari berbagai sumber salah satunya dengan ikutan seminar parenting.

Kebetulan Sabtu kemarin, aku ikutan sesi I dari rangkaian seminar parenting yang rencana nya diadakan 3 sesi oleh supermoms dan mommiesdaily dengan pembicara Ibu Elly Risman.

Untuk Sesi pertama ini Seminar mengangkat tema Komunikasi dalam pengasuhan anak, acara dimulai jam 9 pagi, untung nya aku ngga telat banget karena ada insiden Tania rewel pas mau aku mau berangkat.. akhirnya semuanya bisa teratasi dan sehari ini untuk pertama kali nya Tania di tinggal berdua dan akan diurus sendiri sama Ayahnya da dari bangun tidur…dan Ayah berhasil mandiin, nyuapin dan ngajak main Tania.. good job ay.. :*

Back to seminar, sepanjang seminar ini berlangsung aku dan peserta lainnya sangat sangat memperhatikan semua materi yang di berikan oleh Ibu Elly, karena emang cara penyampaiannya bagus dan cukup membuat para orangtua yang hadir saat itu merasa seperti tertampar namun juga tragis dan sedih mendengar semua yang disampaikannya.

Disini aku mau coba share beberapa hal dari hasil mengikuti seminar itu, tapi mohon maaf ya kalau tidak cukup baik penyampaiannya. Aku hanya mau berbagi ilmu agar kita semua bisa memperbaiki pola asuhan yang selama ini banyak digunakan oleh para orangtua sehingga dapat menghasilkan generasi yang baik untuk masa ke depannya bangsa ini… amiiieennn

Yuks kita mulai untuk share nya..
Menurut ibu Elly bahwa komunikasi dalam pengasuhan anak itu sangat penting karena bila kita salah dalam hal berkomunikasi atau berbicara tidak sengaja maka akan berakibat sbb:

  1. Akan melemahkan konsep diri anak kita nantinya
  2. Bisa membuat anak diam, melawan, menentang, tidak perduli dan sulit diajak kerjasama
  3. Menjatuhkan harga dan kepercayaan diri anak
  4. Akan merendahkan kemampuan berfikir anak nantinya
  5. Tidak terbiasa memilih & mengambil keputusan bagi diri sendiri
  6. Anak akan mempunyai sifat Iri terus..

Jika hal - hal tersebut diatas terjadi maka akan berakibat kepada jiwa anak yang labil, tidak percaya diri dan kosong, dan bila kesalahan komunikasi itu terus berlanjut dan tidak terpecahkan maka akan menimbulkan akibat seperti pacaran diusi dini, seks bebas, aborsi, putus sekolah, nikah muda, bercerai, narkoba, penybaran HIV dan yang paling terparah ada bunuh diri... * nauzubilah...
  

Oia sebelum lebih lanjut menyampaikan Materi, ada quote dari Ibu elly yang sangat Bagus


Jika Hati Senang, maka otak akan menyerap lebih banyak 

Dalam Seminar ini juga disampaikan  10 Kesalahan dalam berkomunikasi yaitu :

1. Berbicara tergesa -gesa
Dalam hal ini, disampaikan bahwa sering kali kita sebagai ortu berbicara kepada anaknya dengan terburu-buru contohnya saja klo pagi disaat seorang ibu yang sedang kerepotan ngurus pekerjaan RT dan si anak belum bangun dari tidur sedangkan si anak sudah terlambat utk ke sekolah.. biasanya si Ibu akan membangunkan anaknya dengan cara terburu buru dan ngoceh panjaaaaaaaaanggg... seringkali tidak disadari oleh para ortu bahwa dengan cara berbicara seperti itu maka pesan ataupun omongan yang kita sampaikan tidak bisa diterima dengan baik oleh anak, bahkan ada cenderung anak yang cuek mendengarkan hal itu.. dengan masuk kuping kanan lalu keluar kuping kiri..

2. Tidak kenal diri sendiri
Jika kita tidak mengenali diri kita sendiri, bagaimana kita mau dan bisa mengenali diri anak kita?

3. Lupa : Setiap Individu itu UNIK
Terkadang para Orang tua itu lupa bahwa setiap individu itu UNIK sehingga secara tidak sadar seringkali kita mulai membandingkan anak kita.

4. perbedaan : Needs & Wants 
Biasanya para Ortu sering merasa dirinya paling benar dan mereka tidak pernah peka dan mengenali apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh anaknya sehingga sering terjadi kesalahpahaman.

5. Tidak Membaca Bahasa Tubuh
Sering kali Ortu tidak mengenali bahasa tubuh yang merupakan kode dari seorang anak untuk menyampaikan apa yang dia butuhkan dan apa yang dia inginkan.. dan jeleknya para orang tua kadang menutup diri ketika anak berusaha untuk menyampaikan kode tersebut.

6. Tidak mendengar Perasaan

7. Menggunakan 12 gaya populer dalam berkomunikasi dengan anak sbb:
  • Memerintah
  • menyalahkan
  • Meremehkan 
  • Membandingkan
  • Men cap/ label
  • Mengancam
  • Menasehati
  • Membohongi
  • Menghibur
  • Mengeritik
  • Menyindir
  • Menganalisa
contoh satu kalimat yang menggunakan beberapa gaya populer:

"Andin..ayo bangun..bandel banget sih kamu susah dibanguninnya..nanti kalo ketingggalan jemputannya, mama ngga mau anterin kmu ke sekolah.."

dalam kalimat diatas ada unsur memerintah (ayo bangun), menlabel (bandel banget sih) dan mengancam pada kata nanti kalo ketinggalan..

secara tak sadar kadang kita sebagai ortu sudah terbiasa menggunakan kalimat yg mengandung unsur populer tersebut.

lucunya secara tidak sadar kita juga sudah mengancam anak kita dari sejak lahir dengan lagu nina bobo..
"klo tidak bobo digigit nyamuk.." :D

8. Tidak memisahkan masalah siapa ?
biasanya sifat egois kita sebagai ortu masih sering keluar sehingga tidak bisa memisahkan masalah siapa dan yang ada kita hanya menyalahkan anak. begitu juga sebaliknya terkadang kita sebagai ortu suka tidak tegaan sehingga ikut membantu jika anak punya masalah padahal justru dengan bantuan kita itu anak akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab

contoh: 
anak terlambat bangun dan ketinggalan mobil antar jemput ke sekolahnya, terkadang kita ortu memberikan uang untuk anak naik ojek.. padahal hal tersebut tidak baik karena si anak menggampangkan masalah jika telat bangun. 

9. Kurang mendengarkan Aktif
kurang aktif disini adalah ketika mendengarkan anak bercerita masalahnya kita terkadang suka hanya mendengarkan saja ( pasif ) dan tidak ada respon sehigga kurang aktif

10. Selalu menyampaikan pesan Kamu
selalu menyampaikan pesan kamu itu maksudnya selalu berkata " kamu tuh ya.. bla..bla..." "kamu harusnya bla..bla..."

Pastinya kita ngga mau dong salah terus berkomunikasi ? Nah berikut ini kiat meningkatkan komunikasi yang disampaikan oleh ibu elly :

 
1. Bicara jangan tergesa-gesa
Yuks mulai sekarang rubah cara bicara kita, jika ingin agar pesan yang kita utarakan diterima dengan baik oleh lawan bicara kita maka berbicaralah dengan santai, pelan dan pemilihan waktu serta suasana yang pas. Ya mirip lah sama seperti yang disampaikan iklan salah satu produk teh.. 

2. Belajar Untuk mengenali diri kita dan kenali lawan bicara kita
Yuks mulai belajar kenali diri sendiri agar kita tahu siapa kita dan setelah itu baru kita  kenali lawan bicara kita siapapun itu.

3. Ingat: setiap individu itu UNIK
Mulai sekarang BERHENTI membandingkan orang satu sama lain. Karena setiap orang itu unik dan memiliki perbedaan, kita tahu rasanya dibandingkan itu sangatlah tidak enak. Coba bayangkan jika kita sebagai ortu dibandingkan dengan ortu lainnya oleh anak kita sendiri pastilah sangat menyakitkan.

4. Pahami bahwa kebutuhan dan keinginan itu berbeda!
Yuks kita mulai belajar memilah lagi mana yang merupakan “kebutuhan” dan mana yang “kemauan”

5. Baca bahasa tubuh:
Yuks coba pelajari bahasa tubuh dari lawan bicara kita karena :
     - Tindakan itu bisa lebih berarti daripada sekedar kata-kata
     - Bahasa tubuh tidak pernah berbohong

Contoh:
Ketika anak sedang bersedih, kita bisa mengetahuinya dari bahasa tubuh nya dan lebih baik kita berikan pelukan kasih sayang dan belaian lembut Karena percuma jika anak sedang sedih kita banyak ngomong menanyakan kenapa dsb. Baru kemudian jika si anak sudah merasa lebih tenang pasti dia akan menceritakan semuanya..


6. Dengarkan perasaan
Yuks belajar mulai mendengarkan dan menyelami perasaan lawan bicara kita. kemudian ajak bicara seolah-olah kita juga ikut ngerasain.

Misal: "tadi kamu disekolah kamu di setrap? Pasti kamu malu ya…sekarang kamu cape juga dong berdiri seharian didepan kelas.. ”

7. Hindari 12 gaya populer & MKM
Yuks sebisa mungkin  hindari komunikasi dengan 12 gaya yang sudah dibahas sebelumnya karena tidak bisa di pungkiri masih banyak para ortu yang menggunakan gaya tersebut.

8. Tentukan: Masalah siapa?
Yuks mulai sekarang kita coba telaah terlebih dahulu  masalah yang timbul, ini merupakan masalah anak atau kita sebagai ortu? Kemudian, baru kita tentukan sebaiknya kita bantu atau dibiarkan saja? Hal tersebut untuk melatih anak untuk bertanggung jawab.

9. Mendengar aktif
 Stop untuk cuek terhadap anak kita, tapi biasakan untuk mendengarkan semua yang disampaikan oleh anak kita dan jadilah pendengar yang aktif yang banyak memancing sehingga anak bisa nyaman dan bercerita banyak bukan hanya sebagai pendengar yang Cuma sekedar iya..iya…

10. Sampaikan Pesan saya
Yuks mulai merubah cara penyampaikan apa yang kita rasakan dengan mengatakan apa yang kita rasakan dengan disertai sebab dan akibatnya. Ini akan lebih baik daripada kita hanya ngoceh ngga karuan.

Contoh:
“ kamu bandel banget sih makan nya susah banget “
Lebih baik kalau diganti menjadi seperti ini
“ mama kesal deh kalo kamu tidak mau makan soalnya nanti kalo ngga makan kamu akan sakit perut karena kelaperan “

Ini salah satu yang akan aku coba klo Tania mulai GTM nya :D

untuk memulai berubah menjadi lebih baik dalam hal komunikasi pengasuhan anak, berikut ini beberapa tips dari Ibu Elly :

1. Buat tabel menu makanan seminggu kedepan dan ajak anak berdiskusi untuk memilih menu makanan yang mereka ingin konsumsi selama seminggu kedepan sehingga nanti tidak ada alasan untuk anak tidak mau makan dengan begini anak mengerti konsep memilih dan bertanggung jawab dengan pilihannya.

2. Biarkan anak memilih pakaiannya sendiri, walau tidak matching..yang ini kadang suka bikin gemes mamanya 
dengan memilih sendiri pakaian yang ingin dia inginkan walau pada akhirnya akan salah kostum atau tidak matching tapi justru itu akan menjadi proses belajar anak untuk memilih, berfikir dan bertanggungjawab.


3.Beri kesempatan anak untuk jajan dan memilih sendiri apa yang ingin dia beli tapi kita batasi nilainya. contoh klo ke mall atau supermarket biarkan dia memilih yang ingin dia beli dan tugas ortu adalah batasi nilai yang ingin diberikan sperti 20 ribu sehingga biarkan dia berpikir untuk memilih apa yg dia inginkan walau akan lama tapi justru itu proses nya.  
  
selama seminar berlangsung ada beberapa penyampaian dari ibu elly yang lumayan " menabok" para semua ortu tak terkecuali aku.. ada beberapa diantaranya.


1. Salah besar kalo anak di asuh oleh Orang lain seperti Nenek/ Kakeknya.. ini aku berasa banget di tabok nya


alasannya adalah aku copas dari blognya motik karena dia bener2 detail inget kalimat nya ibu elly yang satu ini, aku soalnya langsung shock.. 
Ada kalimat dari bu elly yang menurut saya bagus banget:
Kami para nenek tidak di design untuk merawat cucu kami. Kami membesarkan anak kami di jaman yang minim teknologi, belum terlalu banyak tantangannya. Sekarang jaman sudah berubah, kami nggak mampu membesarkan cucu kami dengan cara kami membesarkan anak kami dahulu. Anakmu adalah tanggung jawabmu. Saat nanti di hisab di alam kubur, yang diminta pertanggungjawaban atas segala hal tentang anakmu adalah kamu sebagai orang tua, bukan kami para nenek/kakek, dan bukan para pengasuh.

Jadi tanggung jawab sepenuhnya soal anak tetap pada orang tuanya akan tetapi jangan sampe tidak melibatkan  Sang nenek/kakek untuk mengasuhnya,karena mereka akan sedih jika tidak dilibatkan namun ingat klo mereka sifatnya hanya membantu. sedih rasanya pas denger ini tapi aku optimis insya allah secepatnya aku bisa ngurus anakku sendiri dan untuk sekarang aku cuma berusaha membagi ilmu yg aku dapet ke mama ku biar kita bisa satu visi.



2. Bahwa anak membutuhkan attachment dari ortu nya setidaknya selama 5-6 tahun


kenapa? karena untuk membangun rumah yang kuat dibutuhkan pondasi yang bagus dan kuat juga. oleh sebab itu ketika usia anak sudah mulai memasuki Sekolah dasar ( SD), dimana anak akan mulai memperluaskan pergaulan dengan teman yang berbagai macam sifat dan rupanya dan diusia tersebut kita sebagai orang tua mulai pelan pelan melepas anak untuk mandiri. oleh sebab itu dibutuhkan waktu sekitar 5-6 tahun untuk membangun pondasi tersebut agar kuat, sehingga anak kita bisa tahan banting..insya allah..


3. Sebaiknya ketika dirumah BB, iphone atau pun sejenis nya sebaiknya di matikan terlebih dahulu..


Oleh Allah kita dianjurkan untuk menyusui selama 2 tahun agar kontak bathin dan bonding semakin erat, akan tetapi menyusui juga harus benar yaitu menyusui dengan sambil bercanda, mengelus dan kontak mata dengan anak... jangan seperti ibu-ibu jaman sekarang tetap siih menyusui tapiii tangan yang satunya buat update status... para peserta kontan tertawa dan malu.. 


4. Jabatan ada akhirnya, gaji ada abisnya. Tapi menjadi orangtua, ngga akan ada akhirnya...


Ini yang paling bener bener mantep menurutku, disini ibu Elly membeberkan dan menegaskan bahwa perempuan yang berpendidikan tinggi itu sebaiknya kembali ke rumah untuk menerapkan ilmu nya dengn mendidik anak anak nya bukan megejar karir, karena jika mengejar karir pasti anak akan diasuh oleh orang lain yang lulusan SD/SMP/ Smu jadi jangan berharap punya anak yang attitude seperti orang tuanya yang lulusan universitas karena kenyataannya mereka memberi kesempatan anaknya menghabiskan waktu lebih banyak sama si pengasuh di rumah..
disini bukan berarti ibu elly tidak setuju perempuan bekerja akan tetapi sebaiknya bekerja dilakukan di rumah atau boleh ditinggal bekerja setelah pondasi jiwa anak sudah cukup kuat sehingga bisa ditinggal..
wuiihhh langsung merasa bersalah... dan mewek dalam hati pengen buru buru jadi FTM... :'(


ibu elly juga mengungkapkan klo kita terus menerus mengejar harta akan tetapi anak kita tidak baik jiwanya maka yang akan rugi kita sendiri karena dikala tua nanti pada waktu kita sudah pensiun dan tidak menerima uang lagi atau kita dalam keadaan sakit, si anak yang kita harapkan bantuannya malah tumbuh menjadi anak yang nakal dan malah semakin merepotkan kita.. 


dan inti dari semuanya adalah


bahwa anak itu anugerah dari Allah yang patut kita syukuri dan kita jaga dan akan kita pertanggung jawabkan nanti pada saat kita di hisab oleh allah...


fiiuuhhh cape juga mengetik panjang lebar untuk menjabarkan ini semua.. tapi kemarin ibu Elly minta tolong untuk menyebarkan ilmu yang kita dapat kepada setidaknya 3 orang agar banyak ortu yang memahami hal ini sehingga generasi kedepan akan tumbuh menjadi generasi yang baik..sengaja aku tulis diblog ini untuk dokumentasi diri sendiri dan  insya Allah bisa dibaca oleh orang lain..Semoga yang membaca nya mengerti dan paham walau tulisanku ini mungkin sedikit membosankan karena memang tidak jago menulis...

kalo ingin membaca versi lain dan lebih detail ttg seminar ini bisa baca postingan temenku motik disini


Setelah seminar aku merasa banyak yang salah selama ini dan waktu nya untuk pembenahan diri untuk menjadi lebih baik.. aku juga ingin berusaha menerapkan ilmu yang aku dapet ini secara konsisten mumpung Tania masih kecil masih belum terlambat untuk membentuk jiwanya... insyaallah...


ayo para ortu  sama-sama kita bebenah diri  supaya anak-anak kita tidak mengalami salah asuhan sehingga anak kita tumbuh jadi generasi yang tangguh, slalu berpikir untuk maju, bertanggung jawab pada orang tua dan agamanya..


Oia lucunya pas seminar ini seharusnya bisa jadi ajang kopdar sesama emak2 ditwitter land yang notabene tergabung dlm komunitas supermoms.. tapi karena ga pernah ketemuan sebelumnya jadi malah ngga ngeh satu sama lain.. .kaya kemarin pas ditwitter baru tau klo ternyata @mayialexa yang jadi MC trus @bundazua yang ngasih doorprize ke aku.. lucunya pas ketemu kita diem ajah karena ngga kenal muka  hiihihihhihihi... 
nanti untuk seminar sesi ke 2, kita janji untuk saling ngobrol karena sudah lebih kenal kemarin :D
jadi ga sabar untuk tanggal 19 Maret nanti seminar dengan tema "Medidik anak dengan cinta dan logika"..
nanti insya allah di share lagi ilmunya biar kita semua bisa menjadi ortu pintar... :)

1 komentar:

  1. Thanks for sharing Mom...
    Banyak sekali manfaatnya...

    BalasHapus