Siapa musuh terbesar dalam hidup saya?

NYAMUUK !!

Yes, saya benci banget sama nyamuk.. gimana ngga benci gara gara nyamuk, anak pertama saya pernah dua kali opname dan suami saya pun bulan desember lalu opname di rumah sakit. Semua karena diagnose penyakit yang sama yaitu DHF atau lebih di kenal dengan dbd, penyakit yang di sebabkan oleh mahluk mungil bernama nyamuk.

Jadi wajar klo sekarang saya agak-agak over protektif banget sama anggota keluarga untuk menjauhi nyamuk, berbagai cara udah di lakukan, salah satu nya melindungi kulit anak-anak dari gigitan nyamuk. Memang ngga gampang, karena nyamuk ada dimana-mana, tapi untuk perlindungan saat ini yang sedang saya coba dan gunakan adalah mengoleskan lotion anti nyamuk, yaitu bambi anti mosquito lotion.

Akhirnya masa mpasi untuk aryo pun sudah datang, dan itu merupakan salah satu fase baru yang harus di lewati untuk mendukung tumbuh kembangnya nanti. Momen makan pertama merupakan hal terpenting, jika disepelekan akan berakibat buruk pada pertumbuhan anak di masa yang akan datang. Karena tujuan pemberian mpasi pada masa jangka pendek agar kebutuhan gizi anak terpenuhi, sedangkan untuk jangka panjangnya supaya menjaga tumbuh kembang anak baik sesuai usianya.

Memang kandungan asi sudah mencukupi nutrisi bayi sejak lahir, akan tetapi di usia 6 bulan bayi memerlukan nutrisi dan energy tambahan sehingga ASI saja tidak cukup, perlu di berikan makanan pendamping ASI yang kaya akan nutrisi dan disesuaikan dengan kebutuhan bayi, yang di dalam nya mengandug zat mikro seperti zat besi, zync, magnesium, kalsium dan natrium.

Pentingnya asupan gizi pada anak di usia 1000 hari pertama akan mendukung  pertumbuhan si kecil dan menghindari si kecil dari masalah kekurangan gizi. Trus siapa yang harus memperhatikan asupan gizi si kecil? Yang pasti kita sebagai orang tuanya pasti akan memperhatikan hal tersebut, apapun pasti akan dilakukan demi melihat tumbuh kembang si kecil sempurna, walau pastinya akan sedikit merepotkan.



Teknologi bisa membantu orangtua sebagai medium pembelajaran untuk anak, namun juga sekaligus menimbulkan dampak adiksi yang tidak baik bagi tumbuh kembang anak. Disinilah peran orangtua agar bijak dan aktif dalam memilih output teknologi sangatlah diperlukan

Setuju sama penggalan paragraph di atas, memang teknologi bagai pisau bermata dua, jika tidak digunakan secara benar bisa membunuh diri kita, sedangkan bila digunakan secara benar bisa kita ambil manfaatnya.

Saat ini anak Indonesia menurut survey umur 1 tahun pun sudah mengenal perangkat digital, karena pesatnya pertumbuhan teknologi saat ini dan 80% para orang tua memberikan anaknya screen time melalui handphone.

Ayo siapa yang suka ngasih anaknya handphone biar anteng? Misalnya pas lagi menunggu dimall atau dalam keperluan apa pun..

Saya pasti ngacung tangan tinggi tinggi soal ini, karena memang jujur saya masih menggunakan handphone untuk membuat anak anteng.



Menurut Binky Paramitha I., M.Psi., Psi, psikolog Rumah Dandelion dalam sesi parent sharing session yang dilangsungkan pada acara #BlibliFriendsMeetup : Mengelola Screen Time Anak dengan Memanfaatkan Augmented Reality 3DUPlay, Minggu 26 Maret 2017.

Ada beberapa hal dampak negative dari perkembangan teknologi dan screen time untuk anak:

  • Anak menjadi adiksi atau ketagihan dengan perangkat digital
  • Anak cenderung menjadi pasif, karena sifat dari gadget adalah satu arah 
  • Anak cenderung tidak banyak bergerak, padahal untuk usia 0-2 thn perkembangan motoric anak sangat penting. 
  • Anak cenderung cepat bosan dan tidak sabar, karena apa yang di sajikan gadget adalah gambar yang bergerak cepat dan mudah diakses, anak-anak jadi tidak mengerti dan menikmati suatu proses. 
  • Anak mudah marah dan tidak belajar mengevaluasi diri jika terjadi kesalahan. 
  • Anak cenderung kurang bersosialisasi. 
  • Dari sisi Bahasa, terkadang anak jadi mengenal kosakata yang kurang baik.

Memang tidak bisa dipungkiri juga ada dampak positif nya dari teknologi dan screen time untuk anak, salah satunya anak jadi bisa otodidak belajar bahasa asing, anak juga mampu mengkordinasikan antara pandangan dan tangan.. tapi memang masih lebih banyak sisi negative nya jika tidak bisa di kelola dengan baik.

Lalu harus bagaimana?

Peran orang tua lah yang menjadi point terpenting dalam hal pemberian gadget dan screen time buat anak.

      Mba Binti menjelaskan bagaimana pentingnya peran orangtua dalam memberikan gadget:

  • Orang tua harus membuat aturan atau batasan untuk screen time anak. Lakukan kesepekatan dengan anak sebelum memberikan gadget, misal berapa jam gadget bisa di gunakan dsb. 
  • Pilihlah aplikasi dan permainan yang cocok serta mendidik bagi anak Anda (healthy apps), serta mendampingi anak saat si kecil menggunakan peranti digital. 
  •  Jangan jadikan teknologi sebagai solusi, dan orangtua pun perlu membatasi akses diri ke teknologi saat didepan sang buah hati.  Bagaimana pun juga anak butuh perhatian, belaian, tatapan mata dan pelukan dari orang tuanya. 
  •  Mengkombinasikan antara Gadget dengan aktifitas outdoor. 
  •  Dan yang terpenting, sebagai orang tua kita harus dua langkah lebih maju daripada anak biar tidak bisa di bohongi dan dibodohi sama anak.

Tapi seperti yang saya bilang tadi, teknologi jika digunakan secara bijak sebenarnya dapat membantu orang tua sebagai medium pembelajaran seperti pengenalan bentuk, sarana hiburan seperti games, film dan musik bagi anak.

Pada acara ini juga, Fransisca Krisantia Nugraha, Trade Partnership General Manager Blibli.com mengatakan, “kami tak henti-hentinya terus mencari merchant-merchat yang peduli dengan kualitas produk serta memperhatikan nilai edukasi bagi Anak. Kami senang ada salah satu merchant kami yang menawarkan solusi bagi orang tua dalam memperkenalkan teknologi secara tepat kepada anak-anak mereka, dengan memanfaatkan teknologi AR (Augmented Reality)”.

Salah satu produk yang baru hadir di Blibli.com adalah 3DUPlay yang hadir sebagai produk matras khusus anak yang mengajak para orangtua untuk memanfaatkan teknologi digital smartphone, dan perangkat Augmented Reality secara positif.



Matras anak ini  memanfaatkan teknologi AR dimana dapat digunakan sebagai alas bermain anak, di desain playfull dan tampil menyenangkan dalam pola hewan. Keunikan 3DUplay adalah jika smartphone yang telah di install aplikasi 3DUPlay (tersedia dalam Android dan iOS) diarahkan ke matras maka sang hewan tampak timbul dan anak dapat berinteraksi dengan hewan tersebut dalam bentuk 3D. Orang tua juga dapat menuangkan kreatifitasnya untuk membangun emotional bounding dalam bentuk mendongeng sambil bermain. 

Anak-anak saya kemarin juga berkesempatan mencoba bermain dengan 3DUPlay ini dan ternyata memang beneran seru!


Dengan harga jual yang tidak terlalu mahal yaitu berkisar 150.000 hingga 250.000, matras ini merupakan produk asli buatan anak bangsa dan di produksi juga di Indonesia.. bikin bangga!


Pada kesempatan ini juga diadakan acara mendongeng menggunakan matras 3DUPlay dan beneran jadi makin seruu deh.

Buat yang penasaran mau membeli 3DUPlay ini sudah tersedia di blibli.com ya dan 3DUPlay hadir di Blibli Fun Festival (BFF) 2017, Eco Park Ancol tanggal 8-9 April 2017. Anda dapat langsung membeli atau bereksplorasi dengan produk 3DUplay bersama sang buah hati.


Duh.. ngga berasa minggu depan anak laki saya udah mau masuk masa mpasi, udah waktu nya belajar makan dan dia pun udah ngga sabar banget, setiap melihat orang makan udah melat melet pengen nyobain.


Yang udah siap makan

Jujur diantara masa melahirkan, menyusui dan mpasi.. yang paling saya takutkan itu adalah masa mpasi. Mungkin ibu-ibu lain heran dan menganggap saya lebay, tapi itulah kenyataannya. Saya paling takut sama urusan masak memasak.

Saya memang tidak bisa masak, pokoknya ngga pernah bisa deh berteman sama yang nama nya  kompor.. huhuhuhu.. 

boleh tanya suami saya, jarang bangeet hasil masakan saya yang enak selama kurang lebih 10 tahun menikah.. untungnya saya hidup di masa sekarang, dimana kadang banyak bumbu masakan yang instant.. jadi ya kadang-kadang masih terselamatkan lah ya.. masakan saya yang paling enak dan dapat pujian itu hanya ayam cola saja.. klo kata suami, andai bikin indomie bisa gosong.. mungkin saya akan bikin indomie gosong.. hiks.. kadang sedih banget, jadi ibu kok ngga bisa masak, ngegoreng aja sering ya terlalu coklat mengarah ke gosong.

Memang mungkin masak bukan bakat saya, tapi alhamdulillah saya masih bisa bersahabat dengan mixer dan oven atau kukusan.. alias klo soal baking, saya lumayan lah.. jarang gagal nya dan sering juga hasil baking saya disukai sama suami maupun anak-anak.

Udah aah jadi ngelantur.. hehehehehee..

Truus soal mpasi nya aryo gimana kelanjutannya? Asli saya deg-deg an.. ilmu mpasi waktu jaman tiara juga udah blaaass hilang dari otak, yang saya inget anaknya sekarang doyan makan tapi masih jadi picky eater. Alhamdulillah kedua anak saya picky eater, sampai saya gemes mau jejelin mereka sayur mayur.. doyannya cuma wortel, brokoli dan bayam ajah.

Nah belajar dari pengalaman sebelumnya, saya maunya untuk anak yang ini klo bisa jangan sampe picky eater kaya kakak-kakaknya.. cukup mereka aja yang begitu, klo aryo niruin mama nya ajah ya jadi pemakan segala… Amin!

Klo menurut teman saya, coba menggunakan metode dari who yang memperkenalkan serelia dulu untuk awal-awal mpasi dan kebetulan cocok sama yang saya mau.. soalnya aryo badannya rada mungil di banding kakak-kakaknya dulu, trus yang saya baca untuk menu mpasi ini bisa menaikkan berat badan dibandingkan yang memperkenalkan buah di awal.

Banyak referensi mengenai mpasi menurut who ini, diantaranya disini, disini dan disini.

Kapan sebaiknya mulai mpasi?

Menurut yang saya baca, mpasi itu idealnya diberikan pada saat anak usia 180 hari dari kelahirannya, dengan catatan anak lahir normal bukan premature. 

Jika saya hitung aryo akan mulai mpasi pada tanggal 5 April, dan berhubung itu hari kerja jadi akan saya majuin tanggal nya jadi 2 april ajah, biar saya bisa melihat ekspresi pertama kali dia mencoba makanan.

Trus apa aja yang harus di siapkan menjelang mpasi?

Nah klo ini pertanyaan yang agak ribet untuk menjawabnya, karena gampang-gampang susah ya jawab perintilan apa saja yang harus di persiapkan.

Ready for mpasi

Lebih baik ini menurut versi saya ajah ya.. kurang lebih ini yang sudah saya persiapkan :

Menurut saya yang paling penting itu blender atau food processor dan slow cooker, padahal sebenernya membuat bubur di panci biasa, tapi karena saya ibu bekerja jadi menurut saya slowcooker itu memudahkan saya dalam membuat bubur.

Soal blender atau food processor saat ini banyak pilihan walau fungsinya sama yaitu untuk melumatkan makanan supaya teksturnya cocok buat bayi.

Saat ini ada alat yang all in one yaitu bisa mengukus dan sekalian melumatkan makanannya.. thanks to teknologi klo begini mah..

Tapi saya masih menganut metode manual yaitu ngukus pakai panci dan menghaluskan dengan blender.. bukan karena apa apa sih.. tapi memang ngga ada budgetnya ajah buat beli alat yang harganya lumayan itu hihihihihi…

Oia buat yang tergoda ingin menggunakan baby bullet, saran saya lebih baik jangan.. asli menurut saya itu alat ngga rekomended deh.. kurang awet, bahan plastic nya gampang pecah dan retak klo kena suhu yang panas.. pengalaman di anak kedua.. saya kurang suka pakai itu.

Klo sekarang saya memilih blender biasa ajah, apalagi sekarang Philips ngeluarin blender yang ukurannya lebih kecil dan harganya juga lumayan terjangkau yaitu sekitar 300ribu, jadi ngga terlalu masalah jika yang di blender cuma sedikit. Klo menurut saya  dengan blender, jika nanti sudah tidak terpakai untuk bikin makanan bayi tetap bisa digunakan untuk fungsi lainnya.

Terus untuk baby bulet kan memang dapat banyak wadah untuk menyimpan makanan dalam bentuk frozen, nah untuk mengganti itu, saya menggunakan wadah tupperware yang kecil-kecil lumayan murah kok harganya berkisar 70 ribu dapat 6 pcs, menurut saya lebih murah daripada beli baby cube.

Untuk perlengkapan makan sendiri, pilih bahan yang aman ya.. klo bisa yang bentuknya menarik dan warna warni biar anak semangat untuk makan, udah gitu mama nya juga semangat bikin foto-foto menu mpasinya untuk di share di socmed atau blog nya.. hehehehe..

Untuk kursi makan sendiri, bagi saya penting.. karena saya kurang suka melihat anak di suapin sambil digendong. Walau saya ngga bisa ngelarang bulek saya untuk tidak begitu  ke aryo, tetapi ketika saya yang menyuapin pasti harus di kursi makan. Menurut saya rekomendasi kursi makan yang murah itu dari ikea dan itu menurut saya sudah bagus dari segi kualitasnya dengan harga 200ribu

Untuk pisau, panci, saringan dan talenan memang sebaiknya beli yang baru, tujuannya agar masih hygienis dan bahkan beberapa orang membedakan talenan berdasarkan kegunaannya seperti beda untuk daging dan sayur.. pisau pun begitu.. tapi klo saya sih menyarankan jika memang tidak ada budget jangan terlalu di paksakan juga..kembali lagi semua disesuaikan.

Yang ngga kalah penting bahan bahan untuk mpasi nya, untuk awal saya biasanya beli tepung gasol dan unsalted butter… tapi setelah sering stalking Instagram dan berseliweran gambar menu mpasi yang dilengkapi dengan minyak evoo dan unsalted butter. 


Asli baru tau soal itu, klo dulu saya pakai unsalted butter untuk menumis saja, sekarang jadi tau klo unsalted butter bisa di taruh langsung di atas bubur biar aromanya harum dan juga menambah asupan lemak, trus minyak Ektra Virgin Olive Oil ( EVOO) juga dikenal bisa menambahkan asupan lemak dan baik untuk dikonsumsi anak, apalagi untuk baby yang kurang bb nya, bisa di tambahin langsung di buburnya juga.. saya tertarik pakai itu karena ingin mencoba untuk menambahkan berat badannya aryo.


Minyak EVOO yang saya beli, di labelnya ada tulisan for kids
Jadi untuk kali ini, saya beli nya tepung beras tapi bukan merk gasol melainkan coba merk lain dan saya juga beli unsalted butter sama minyak evoo juga. 

Hhmm kayanya segitu aja deh persiapan saya menjelang mpasi aryo…

Asli masih deg degan.. takut ngga bisa enak masaknya trus anaknya ngga doyan, trus takut anaknya ngga mau makan alias GTM… saya bisa esmosi jiwa banget ngadepin anak gtm.

Ya semoga aryo pinter mamamnya dan kita berdua bisa korporatif menghadapi masa-masa mpasi ini dan aryo bisa jadi anak pemakan segala… Amin

Nah buat yang mau nambahin atau kasih masukkan soal per mpasi an bisa langsung komen ya… saya tunggu banget komennya ya :)